Blogger news

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Dibukanya tranfser window kompetisi Indonesia Super Liga (AREMA)



Dibukanya tranfser window kompetisi Indonesia Super Liga membuat manajemen Arema ISL cepat berbenah, waktu yang diberikan mulai tanggal 2-16 Februari itu digunakan manajemen untuk mencari pemain yang dibutuhkan oleh klub yang bermarkas di Jl Kertanegara 7 itu

Sadar lemah dalam posisi kiper membuat manajemen Arema ISL memburu satu nama yang sudah tidak asing lagi di telinga publik Malang. Siapa lagi kalau bukan kiper kawakan Ahmad Kurniawan yang menjadi target buruan. Tanpa basa basi pihak tim langsung menyodorkan kontrak untuk kakak kandung Kurnia Meiga ini.

Usai menyetujui kesepakatan kontrak, Penjaga gawang yang akrab di sapa AK ini langsung mengikuti latihan bersama pemain Arema ISL lainnya di lapangan Futsal Champion Araya Jumat (10/02) pagi.

Ditemui oleh bola.net seusai latihan penjaga gawang kelahiran Jakarta tersebut menyatakan sudah tak ada masalah lagi dengan Arema IPL."Saya memang tak punya status di Arema Sebelah,dan hanya ikut latihan saja" Ujar AK.

Menanggapi kondisi Arema ISL yang masih berkutat di posisi degradasi, Ahmad Kurniawan sendiri ingin bantu Arema untuk menempati posisi yang lebih baik lagi.

Sementara itu Manajer team Arema Indonesia Sunavip Ra Indrata membenarkan bahwa AK telah melakukan kontrak dengan Arema. Melalui BlackBerry Mesenger kepada bola.net pria yang juga Pimred harian Malang Post itu menyatakan jika AK sudah sign kontrak dengan Arema dan langsung didaftarkan.

Dipilihnya AK menurut Sunavip dikarenakan posisi penjaga gawang utama Arema yakni Dian Agus Prasetyo  mengalami cedera permanen, "Kami bisa mendaftarkan kiper pengganti sewaktu - waktu" Lanjut Indra. Indra juga menjelaskan, AK bukan yang terakhir karena bakal ada pemain-pemain yang datang ke Arema lagi

AK sendiri menurut pelatih kiper Arema Dwi Sasmianto adalah salah satu kiper yang punya kemampuan bagus membaca arah bola, tentu sekarang dengan melatih AK kembali Kirun merasa senang

Konflik Arema



MALANG - Arema FC yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) tampaknya tak usai dirundung malang. Belum juga menyelesaikan persoalan pecahnya tim dengan adanya pemain yang mundur, kini masalah baru muncul di tubuh manajemen Singo Edan.

Api sengketa di Arema kembali terpantik setelah Walikota Malang Peni Suparto mengklaim dirinya sebagai Penanggungjawab Yayasan Arema. Ia mengatakan dirinya ditunjuk secara resmi oleh Muhammad Nur. Saya penanggungjawab Yayasan Arema sejak Kamis malam,” cetusnya.

Dalam penunjukan itu, dituturkannya, juga ada sejumlah tokoh seperti pentolan Medco Grup Arifin Panigoro, Chief Executive Officer PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto, serta Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong. Peni yakin penunjukan dirinya sudah dilakukan secara sah.

Ia bahkan sudah mempersiapkan sejumlah rencana, termasuk membenahi tim yang kini sedang kacau. Peni berupaya akan mengkomodir pemain yang merasa dirugikan manajemen. Lebih ekstrim, Peni berupaya mengembalikan pelatih Milomir Seslija sebagai juru taktik Arema FC.

Mantan Ketua Umum Persema Malang ini berdalih Arema sedang dalam situasi yang buruk dan dirinya akan memenuhi tuntutan Arema untuk mengambalikan kejayaan Arema. “Saya siap mengembalikan kejayaan Arema. Saya juga sudah berbicara dengan beberapa pemain,” ujarnya.

Sedangkan manajemen Arema FC yang berkantor di Jalan Jakarta 48, membantah penunjukan Peni sebagai penanggungjawab yayasan. Manajemen tampaknya tidak tertarik mgnulas penunjukan tersebut. “Itu kan hanya klaim Peni saja. Tidak ada penunjukan kok,” kata Legal PT Arema Indonesia Soesanto.

Soesanto bahkan menilai ucaan peni itu bisa berarti pembohongan publik dan menyesatkan karena situasi di manajemen tidak ada perubahan hingga sekarang. “kami tidak tahu apa yang mendasari klaim itu. Yang pasti kami tidak terpengaruh dan tidak ada penunjukan apa pun,” tambah Soesanto.

Situasi ini rupanya langsung berdampak kepada persiapan tim menjamu Bontang FC. Jumat (10/2) kemarin, terjadi dua konferensi pers jelang pertandingan. Pelatih Antonic Dejan menggelar jumpa pers di kantor Arema Fc Jalan Jakarta 48, sedangkan mantan pelatih Milomir Seslija juga bertemu media di Stadion Gajayana.

Kelihatannya kembali terjadi situasi tidak sehat di tubuh Arema FC. Masih ngototnya Milomir Seslija bertahan di Arema memunculkan prediksi bakal kembali terpecahnya tim. Prediksi itu mengapung karena sebagain pemain Arema hingga kini masih menginginkan dilatih Milo walau sudah ada pelatih baru Antonic Dejan.

Situasi ini jelas sangat memusingkan manajemen Arema FC yang telah berupaya membuat rekonsilisasi bulan lalu akibat terpecahnya tim. Ditunjuknya Antonic Dejan sebagai orang yang netral dalam permasalahan di Arema, nyatanya belum mampu memadamkan bara sengketa di Singo Edan.